Judul: Brigade Arab Hitler
Penulis: N Hidayat dan F Julian
Penerbit: Nilia Pustaka
Tahun
Terbit: 2009
Tebal: iv + 64 halaman
Kategori: Sejarah/Perang
Pemaparan
yang cukup menarik mengenai strategi dan intrik politik yang terjadi di Timur
Tengah pada masa Perang Dunia I dan II dikupas oleh penulis buku ini. Seperti
kita ketahui, Timur Tengah merupakan salah satu wilayah yang menjadi target
kolonialisme bangsa-bangsa sejak berabad-abad. Mengapa wilayah ini menjadi
rebutan bagi berbagai bangsa? Hal ini karena letak geografis Timur Tengah yang
menghubungkan Benua Eropa, Asia, dan Afrika membuat wilayah itu sebagai kawasan
strategis bagi kekuatan-kekuatan besar.
Di
awal buku, kita akan disuguhi sejarah bangsa-bangsa yang berusaha menguasai
Timur Tengah. Pada masa-masa awal munculnya agama Islam, kawasan ini identik
dengan sebutan Tanah Arab. Namun, sejak abad ke-18, kawasan ini dikuasai oleh
berbagai bangsa, yaitu wilayah barat dikuasai oleh bangsa Inggris, Prancis, dan
Italia. Adapun, wilayah lainnya dikuasai oleh Kesultanan Turki Ottoman.
Pada
saat berkobarnya Perang Dunia I, wilayah ini justru dikuasai dan dipecah belah
ke dalam wilayah pengaruh Inggris dan Prancis dan juga terancam oleh kaum
Zionis yang akan mendirikan negara Israel di Palestina.
Lalu,
mengapa orang Arab bersekutu dengan orang Jerman? Hal ini karena sikap
permusuhan Jerman Nazi terhadap Inggris, Prancis, dan kaum Yahudi, seperti yang
tertuang dalam Mein Kampf-nya Adolf Hitler, sama halnya dengan sikap
bangsa Arab.
Kerja
sama yang terjalin antara Jerman dan orang Arab tidak terlepas dari peran Mufti
Besar Jerusalem, Haji Amin el-Husseini. Bisa dikatakan bahwa 50 persen dari isi
buku ini membahas mengenai seluk-beluk dan tindak tanduknya di dunia politik.
Haji
Amin juga memiliki peranan besar dalam pembentukan formasi-formasi militer Arab
yang bertugas di bawah kendali pihak Poros. Namun, kesukaran Nazi untuk
merekrut orang Arab dalam jumlah yang memadai, membuat legiun Arab Hitler boleh
dibilang bersifat simbolis belaka dan hanya memiliki nilai militer yang minim.
Selain
itu, buku ini juga membahas, antara lain Perang Irak yang pertama melawan
Sekutu, terungkapnya kegiatan spionase yang dilakukan mantan Presiden Mesir
Anwar Sadat sebagai mata-mata Hitler, dan berbagai fakta bahwa bangsa Arab
tidak pernah bersatu. [Yohanes Agustono]
(Diambil
dari resensi buku Suara Pembaruan, 24 Mei 2009)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar