Rabu, 23 Oktober 2013

Ballantine/Pan Violent Century Series



 


Pada suatu hari semasa SMA, aku memulai hobiku bermain di pasar loak buku. Adapun pasar loak yang kukunjungi adalah Pasar Loak Kwitang yang sekarang sudah almarhum. Saat sedang mengorek-ngorek tumpukan buku, aku menemukan sebuah buku tentang Perang Dunia II, buku yang sulit sekali kuperoleh di toko buku pada masa itu. Buku itu berjudul The Guns 1939-45 karya Ian V. Hogg. Dengan gembira, aku menukarkan uang secenganku yang sudah dekil dengan buku tersebut!

Cover buku The Guns 1933-45
Tidak seperti kebanyakan buku Perang Dunia II yang kukenal masa itu, buku ini cukup kecil tetapi full picture. Apalagi, kudapat dengan harga murah. Sangat menarik bagi seorang amatiran seperti diriku.

Dari backcover-nya, aku melihat bahwa masih ada buku sejenis karena ternyata ini sebuah buku seri. Aku begitu bersemangat untuk mencari buku-buku dalam daftar itu di loakan. Sayangnya, tidak berhasil!

Beberapa tahun kemudian, aku menjadi mahasiswa. Di kampusku, setiap awal semester selalu ada bursa buku murah yang diikuti banyak pedagang buku bekas dari seantero Jabotabek. Ini merupakan salah satu acara favoritku, di mana aku selalu tidak pernah absen mengunjunginya selama lima tahun masa kuliahku. Setiap awal semester, aku akan mencari buku-buku Perang Dunia II dan sejarah militer favoritku di antara gang-gang Fakultas FISIP dan Fakultas Ilmu Bahasa. 

Isi buku  The Guns 1939-45.
Nah, di sela-sela perburuanku ini, aku berhasil mendapatkan satu buku lagi dari seri Ballantine's Illustrated History of World War II ini yang berjudul Hitler karya Alan Wykes. Lucunya, buku ini memiliki tesis bahwa kekejaman Hitler, terutama terhadap kaum Yahudi, diakibatkan oleh rasa frustrasinya akibat penyakit sifilis yang dideritanya karena tertular seorang PSK Yahudi di masa mudanya! 

Dan kemudian, di kampusku juga, aku mendapatkan satu buku lagi dari seri ini: Gas karya Ian V. Hogg, sebuah buku tentang penggunaan gas beracun sebagai senjata selama Perang Dunia I. Sebenarnya, kalau aku lebih cepat, aku bisa mendapatkan buku Geoffrey Jukes yang berjudul Kursk. Sayangnya, kawanku mendahuluiku dan aku betul-betul merasa sedih dan terpaksa menggigit jariku saat ia memamerkan buku yang penuh dengan ilustrasi menarik dari pertempuran tank terbesar sepanjang masa itu.

Pada akhirnya, aku tahu bahwa buku-buku sejarah dengan banyak foto ini adalah bagian dari sebuah seri dari Ballantine Books yang meliputi hampir semua aspek dalam Perang Dunia II. Seri ini diterbitkan di bawah Barrie Pitt sebagai editor kepala dan Sir Basil Liddell Hart, salah seorang ahli strategi militer modern yang menjadi salah satu guru peperangan tank dari Jenderal Heinz Guderian, sebagai konsultan militernya. 

Saat internet mulai menjadi kawan karibku, aku akhirnya dapat mengetahui bahwa secara keseluruhan seri Ballantine Books ini ternyata memiliki 154 (!!!) judul buku, yang terbagi dalam sejumlah kelompok, yaitu “Battle”, “Campaign”, “Human Conflict”, “Politics”, “War Leader”, “Weapons”, dan “Full Color”. Isinya bukan hanya kisah-kisah Perang Dunia II, tetapi juga Perang Dunia I dan beberapa perang modern lainnya, seperti Yom Kippur dan Perang Indocina.

Berikut adalah daftar buku dan penulisnya:
Cover buku Kursk

Battle 1 D-Day R. W. Thompson
Battle 2 Their Finest Hour Edward Bishop
Battle 3 Stalingrad Geoffrey Jukes
Battle 4 Bastogne Peter Elstob
Battle 5 The Siege of Leningrad Alan Wykes
Battle 6 Battle for Berlin Earl F. Ziemke
Battle 7 Kursk Geoffrey Jukes
Battle 8 Tarawa Henry I. Shaw Jr.
Battle 9 Airborne Carpet A. Farrar-Hockley
Battle 10 Pearl Harbor A. J. Barker
Battle 11 Leyte Gulf Donald McIntyre
Battle 12 Okinawa Benis M. Frank
Battle 13 The Defense of Moscow Geoffrey Jukes
Battle 14 Raid on St. Nazaire David Mason
Battle 15 Anzio Christopher Hibbert
Battle 16 Cassino Dominick Graham
Battle 17 London's Burning C. Fitzgibbon
Battle 18 Kasserine Ward Rutherford
Battle 19 Battle of the Reichswald Peter Elstob
Battle 20 Midway A. J. Barker
Battle 21 Battle of the Ruhr Pocket Charles Whiting
Battle 22 Beda Fomm Kenneth Macksey
Battle 23 Bir Hakim Richard Holmes
Battle 24 Salerno David Mason
Battle 25 Armored Onslaught Douglas Orgill
Battle 26 Vimy Ridge Kenneth Macksey
Battle 27 Rhine Crossing James W. Stock
Battle 28 Argonne 1918 Barry Gregory
Battle 29 Rotterdam W. Steenbeek
Battle 30 Ploesti John Sweetman
Battle 31 Zeebrugge James W. Stock
Battle 32 Iwo Jima Michael Russell
Battle 33 Dien Bien Phu John Keegan

Campaign 1 Afrika Korps K. J. Macksey
Campaign 2 The Raiders Arthur Swinson
Campaign 3 Sicily Martin Blumenson
Campaign 4 Breakout David Mason
Campaign 5 Defeat in Malaya Arthur Swinson
Campaign 6 France John Williams
Campaign 7 Bomber Offensive Noble Frankland
Campaign 8 The Nuremberg Rallies Alan Wykes
Campaign 9 Japan Alvin Coox
Campaign 10 Liberation of the Philippines Stanley Falk (ada dua buku nomor 10 yang berbeda yang dipublikasikan)
Campaign 10 Normandy Bridgehead H. Essame (ada dua buku nomor 10 yang berbeda yang dipublikasikan)
Campaign 11 Barbarossa John Keegan
Campaign 12 (tidak diterbitkan)
Campaign 13 New Guinea John Vader
Campaign 14 Guadalcanal Graeme Kent
Campaign 15 New Georgia D. C. Horton
Campaign 16 Fall of the Philippines Ward Rutherford
Campaign 17 Schweinfurt Raids John Sweetman
Campaign 18 Carpathian Disaster Geoffrey Jukes
Campaign 19 Opening Moves - Aug. 1914 John Keegan
Campaign 20 Tanganyikan Guerrila Maj. J. R. Sibley
Campaign 21 Pacific Onslaught Paul Kennedy
Campaign 22 Operation Torch Vincent Jones
Campaign 23 Over the Hump William Koenig
Campaign 24 The Winter War Richard W. Condon
Campaign 25 Pacific Victory Paul Kennedy
Campaign 26 Tobruk James W. Stock
Campaign 27 Six Day War A. J. Barker
Campaign 28 Palaus Stanley Falk
Campaign 29 The Yom Kippur War A. J. Barker

Human Conf 1 Olympiad 1936 Judith Holmes
Human Conf 2 Lidice John Bradley
Human Conf 3 Death Railway Clifford Kinvig
Human Conf 4 Genocide Ward Rutherford
Human Conf 5 Bloody Ulster A. J. Barker

Politics 1 The Conspirators Roger Manvell
Politics 2 Blackshirts David Shermer
Politics 3 Reichstag Fire R. John Pritchard
Politics 4 Rape of Ethiopia A. J. Barker
Politics 5 Warsaw Rising Gunther Deschner
Politics 6 Hitler Youth H. W. Koch
Politics 7 Night of the Long Knives Nikolai Tolstoy
Politics 8 Nuremberg Trials Leo Kahn
Politics 9 Freedom for Women Rose Tremain
Politics 10 Berlin Blockade John Man

War Leader 1 Patton Charles Whiting
War Leader 2 MacArthur Sydney L. Mayer
War Leader 3 Hitler Alan Wykes
War Leader 4 Stilwell D. D. Rooney
War Leader 5 Bradley Charles Whiting
War Leader 6 Mountbatten Arthur Swinson
War Leader 7 De Gaulle Phillipe Masson
War Leader 8 Goring Roger Manvell
War Leader 9 Eisenhower Martin Blumenson
War Leader 10 Tito Phyllis Auty
War Leader 11 Skorzeny Charles Whiting
War Leader 12 Slim Michael Calvert
War Leader 13 Mussolini Christopher Hibbert
War Leader 14 Himmler Alan Wykes
War Leader 15 Student A. H. Farrar-Hockley
War Leader 16 Churchill David Mason
War Leader 17 Goebbels Alan Wykes
War Leader 18 Lawrence of Arabia Douglas Orgill
War Leader 19 MacArthur in Japan Sydney L. Mayer
War Leader 20 Guderian John Keegan
War Leader 21 Stauffenberg G. S. Graber
War Leader 22 Heydrich Alan Wykes
War Leader 23 Churchill 1914-1918 David Mason
War Leader 24 Yamashita A. J. Barker
War Leader 25 Rundstedt John Keegan
War Leader 26 Halsey Benis M. Frank
War Leader 27 Rommel R. Sibley/ M. Fry
War Leader 28 Zhukov Otto Preston Chaney
War Leader 29 Montgomery R. W. Thompson
War Leader 30 Tojo Alvin D. Coox
War Leader 31 Stalin Rose Tremain

Weapons 1 U-Boat David Mason
Weapons 2 Panzer Division Kenneth Macksey
Weapons 3 Aircraft Carrier Donald Macintyre
Weapons 4 Me 109 Martin Caidin
Weapons 5 German Secret Weapons Brian Ford
Weapons 6 Spitfire John Vader
Weapons 7 Commando Peter Young
Weapons 8 SS and Gestapo Roger Manvell
Weapons 9 Zero Fighter Martin Caidin
Weapons 10 Luftwaffe Alfred Price
Weapons 11 The Guns 1939-45 Ian V. Hogg
Weapons 12 Airborne Charles MacDonald
Weapons 13 PT Boats Bryan Cooper
Weapons 14 Pacific Hawk (P-40) John Vader
Weapons 15 Tank Force (Allied Armor) Kenneth Macksey
Weapons 16 Waffen SS John Keegan
Weapons 17 B29 Carl Berger
Weapons 18 Barrage Ian V. Hogg
Weapons 19 Allied Secret Weapons Brian J. Ford
Weapons 20 Rocket Fighter William Green
Weapons 21 Russian Armor (T 34) Douglas Orgill
Weapons 22 Suicide Weapon A. J. Barker
Weapons 23 Hitler's High Seas Fleet Richard Humble
Weapons 24 Mosquito Edward Bishop
Weapons 25 Infantry Weapons John Weeks
Weapons 26 P-51 Mustang William Hess
Weapons 27 The Guns 1914-18 Ian V. Hogg
Weapons 28 Trench Fighting 1914-18 Charles Messenger
Weapons 29 Flying Tigers Ron Heiferman
Weapons 30 Lancaster Bomber D. B. Tubbs
Weapons 31 Merrill's Marauders Alan Baker
Weapons 32 German General Staff Barry Leach
Weapons 33 Japanese High Seas Fleet Richard Humble
Weapons 34 Chindits Michael Calvert
Weapons 35 Condor Legion Peter Elstob
Weapons 36 Jeep D. Denfeld/M. Fry
Weapons 37 Grenades & Mortars Ian Hogg
Weapons 38 Wellington Bomber Edward Bishop
Weapons 39 Hitler's Bodyguards Alan Wykes
Weapons 40 B-17 Flying Fortress William Hess
Weapons 41 German Armor
Weapons 42 Midget Submarine J. Gleason/T. Waldron
Weapons 43 Gas Ian V. Hogg
Weapons 44 DC-3 Arthur Pearcy
Back cover buku Infantry Weapons.

Full Color 1 Nazi Regalia Jack Pia
Full Color 2 SS Regalia Jack Pia

Saat mulai bekerja dan berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta, aku menjadi pelanggan di sebuah toko buku bekas di sana, Newsstand almarhum. Di tempat itu, ada puluhan buku dari seri ini yang dijual. Kata pemiliknya, buku-buku bekas itu diimpor dari Singapura. Harga satuannya cukup menguras kantongku, dan akan menjebol tabunganku jika aku tidak bisa menahan diri untuk membeli semua buku tersebut.

Akhirnya, aku membelinya dengan cara mencicil. Yang pertama kulakukan adalah memborong dahulu 10 judul buku yang kutahu isinya amat kusukai, seperti buku yang berisi biografi Skorzenny dan Heydrich, maupun kampanye militer seperti Warsaw Rising. Lalu tiap bulan kucicil hingga kebanyakan koleksi buku seri itu yang terpajang di sana berhasil kubeli.

Beberapa buku seri ini juga kudapat dari pameran buku di Senayan, seperti buku tentang Rundstedt, Goebbels, dan Airborne Carpet. Tapi harganya udah mulai mahal.

Sebetulnya, aku masih bermaksud memperoleh semua judul buku dalam seri ini. Namun karena masih ada banyak buku dalam daftar belanjaku, akhirnya aku harus membuat prioritas. Apalagi, kebanyakan penjual di Jakarta dan sekitarnya mulai menjual buku-buku ini dengan harga di atas Rp 50.000, bahkan hingga Rp 110.000,-. Jadi, ya aku harus bisa mengendalikan diri untuk membeli judul-judul tertentu saja yang memang kubutuhkan. Yang lainnya bisa menunggu, entah sampai kapan. Kecuali kalau ada yang jual buku-buku seri ini dengan harga yang sama seperti saat aku membeli buku pertamaku dari seri ini …. Seceng sebiji. Ada yang mau?

The Third Reich Series




Beberapa tahun yang lalu, saat sedang browsing buku-buku Third Reich di internet, tiba-tiba aku menemukan sebuah buku berjudul The-SS terbitan Time-Life. Ketika berusaha mencari tahu seperti apa buku itu, aku menemukan bahwa buku tersebut merupakan bagian dari sebuah seri buku terbitan Time-Life yang berjudul “Third Reich”.

Namun, karena masih ada beberapa buku yang lebih mendesak untuk kukoleksi, aku mengabaikan untuk membeli buku tersebut selama beberapa waktu. Toh, sekalipun memiliki kualitas cetakan serta info dan tampilan yang menarik, umumnya buku-buku Time-Life sifatnya memberikan informasi umum, bukan detil seperti yang sedang kucari saat itu.

Kira-kira dua tahun lalu, baru aku berpikir untuk membuat koleksi buku-buku seri Perang Dunia II. Jadi, seraya membeli buku-buku seri “World War II”-nya Time-Life yang belum kumiliki, kupikir tidak ada salahnya untuk mencoba membeli buku contoh seri “Third Reich”. Kebetulan toko online di mana aku hendak membeli buku “World War II” Time-Life juga memiliki koleksi “Third Reich.” Saat itu, aku memilih The SS sebagai nomor contoh untuk dibeli.

Cover buku The SS
Saat buku The SS sampai ke rumah, aku segera memeriksanya. Dari segi tampilan, buku ini memang apik. Jauh lebih menarik dari tampilan seri “World War II” dari penerbit yang sama. Keunggulan buku ini terutama dari jenis kertas yang digunakannya sehingga sekalipun jumlah halamannya tidak berbeda dengan seri “World War II” tetapi tampilannya terlihat lebih tipis. Kertasnya pun luks. Foto-fotonya menarik dan dikemas dalam tampilan yang lebih baik daripada seri sebelumnya. Hanya saja, bagiku pribadi, info dalam buku The SS tidak memberikan sumbangan yang berarti. Hampir seluruh isinya sudah pernah kuketahui dari buku-buku seperti The Order of the Death’s Head karangan Heinz Höhne dan The Waffen-SS karangan George H. Stein.

Sekalipun demikian, aku kemudian tetap memutuskan untuk mengoleksi seri yang secara khusus berfokus pada sejarah Jerman Nazi ini. Dari beberapa sumber, aku mengetahui bahwa sebenarnya Time-Life berencana untuk menerbitkan 23 buku dalam seri ini. Namun, ternyata dua di antaranya dibatalkan penerbitannya, yaitu buku yang berjudul Empires in the East dan Homeland Besieged. Jadi, hanya ada 21 buku yang diterbitkan dalam seri ini. Adapun judul-judulnya adalah sebagai berikut.

The Twisted Dream. Berkisah tentang latar belakang sejarah ekspansi Jerman yang dimulai sejak zaman Kaisar Friedrich Barbarossa dan cikal bakal nasionalisme ekstrem Jerman, yang kemudian dititikpuncaki oleh kelahiran Partai Nazi.

Storming To Power. Berkisah tentang asal mula Partai Nazi dan bagaimana Hitler akhirnya dapat menjadi penguasa Jerman.

The New Order. Berkisah tentang usaha nazifikasi terhadap perikehidupan di Jerman pada zaman Hitler.

The Center of The Web. Berkisah tentang rezim Nazi, bagaimana cara Hitler memerintah melalui kebijakan memecah-belah bawahannya sendiri agar tidak muncul saingan yang dapat mengancam kekuasaannya. Dalam hal ini, sekalipun di luar rezim Nazi terlihat begitu disiplin dan teratur, faktanya pemerintahan Hitler begitu kacau balau karena pertengkaran di antara bawahannya sehingga mengancam kelangsungan produktivitas dan rezim itu sendiri.

Fists of Steel. Berkisah tentang persiapan perang Nazi, termasuk pengerahan Legiun Kondor di Spanyol
The Reach for Empire. Berkisah tentang upaya Hitler untuk memperluas kekuasaannya, yang meliputi proses Anschluss dengan Austria, pendudukan dan pembagian Cekoslovakia, hingga penyerbuan Jerman ke Polandia.

Lightning War. Berkisah tentang penyerbuan Hitler ke Eropa Barat hingga Pertempuran di Inggris.

Conquest of the Balkans. Berkisah tentang usaha Nazi untuk mendominasi Balkan, yang dititikpuncangi oleh penyerbuan ke Yugoslavia dan Yunani. Ada juga dua bab kisah penyerbuan pasukan paying Jerman ke Pulau Kreta.

Barbarossa. Berkisah tentang tahap awal penyerbuan Nazi ke Rusia yang gagal di depan kota Moskow dan Leningrad.

The Shadow War. Berkisah tentang intelijen Jerman Nazi dalam usahanya mematai-matai musuh serta operasi kontraintelijennya. Ada juga kisah tentang pasukan komando Jerman.

Wolf Packs. Berkisah tentang kesatuan U-Boat Jerman selama PD II.

War On The High Seas. Berisi tentang armada kapal perang permukaan laut Jerman Nazi selama PD II. 

Afrikakorps. Berkisah tentang aksi Korps Afrika pimpinan Rommel di Afrika Utara hingga kekalahannya di El Alamein.

The Southern Front. Berkisah tentang pertempuran di Laut Tengah, dari penyerahan pasukan Poros di Tunis hingga penyerbuan Sekutu ke Italia.

The Road To Stalingrad. Berkisah tentang usaha Nazi untuk menguasai Rusia untuk kedua kalinya, yang berakhir dengan kekalahan besar di Stalingrad.

The Heel of The Conqueror. Berkisah tentang kebijakan pendudukan Nazi di Eropa Barat, para kolaborator Nazi, dan para penentang Nazi.

The Apparatus of Death. Berkisah tentang kebijakan rasialis dan pembantaian Nazi terhadap kaum Yahudi, Jipsi, penduduk Slavia Eropa Timur, dan orang-orang Jerman sendiri yang dianggap tidak fit menurut kriteria rasial Nazi.

The SS. Berkisah tentang organisasi SS, termasuk Gestapo, SD, Kepolisian, dan Waffen-SS.

Scorched Earth. Bercerita tentang pertempuran di Front Timur, dari kemenangan von Manstein di Kharkov, pertempuran tank raksasa di Kursk, kekalahan besar Hitler di Belarus hingga penarikan mundur pasukan Jerman dari Rusia, Polandia, dan Balkan.

Fortress Europe. Berkisah tentang serbuan Sekutu ke Eropa Barat, dari pertempuran di Normandia hingga pertempuran udara di atas Jerman.

Descent Into Nightmare. Berkisah tentang runtuhnya Reich Ketiga.

Secara keseluruhan, menurutku pribadi buku seri yang apik ini merupakan koleksi yang berharga dan bermanfaat bagi para pecinta kisah-kisah Perang Dunia II.


Time-Life World War II Book Series



Pada suatu hari ketika masih duduk di bangku SMP, aku berjalan-jalan ke sebuah toko buku di daerah Kwitang. Saat sedang melihat-lihat buku di sana, mataku tiba-tiba terarah ke sebuah buku Perang Dunia II yang ukurannya lumayan besar. Judulnya Menjelang Perang. Saat aku mengambil buku itu dan membuka-buka halamannya … astaga … bukunya keren banget. Full pictures, beberapa bahkan berwarna. Sayangnya, harganya Rp 24.000,- … Terhitung mahal untuk ukuran saat itu. Apalagi buat anak SMP yang masih mengandalkan belas kasihan orangtua!


Masih terbayang-bayang dengan buku keren itu, aku pun pulang ke rumah dengan khayalan bisa mengumpulkan uang untuk membelinya. Saking penuh khayalan, aku pun tertidur dengan mimpi yang sama: bisa membeli buku itu.


Cover buku Negara-negara Netral
Sorenya, aku bangun. Seperti biasa, aku pun kemudian ke ruang tamu untuk berleha-leha, menghabiskan sisa hari. Namun saat meletakkan tubuhku di atas kursi, mataku tertumbuk pada sesuatu yang mengingatkanku akan buku yang kutaksir siang tadi. Iya, sepertinya buku yang ada di toko itu. Aku meraihnya dan melihatnya. Ah, bukan buku itu. Tapi kok bentuknya sama?


Buku yang ada di meja ruang tamuku itu judulnya Negara-negara Netral. Tapi buku punya siapa ini?


Selidik punya selidik, ternyata buku itu dibawa oleh omaku. Beliau seorang guru bahasa Inggris di sebuah sekolah swasta terkenal di ibu kota dan termasuk maniak buku. Di rumah kami, ada begitu banyak buku hasil koleksi beliau. Nah, buku Negara-negara Netral ini merupakan buku contoh dari penerbit Tira-Pustaka untuk omaku. Beliau sendiri memang langganan buku-buku seri terbitan Tira-Pustaka.


Yipi! Berarti, kami akan langganan buku seri Perang Dunia II itu. Pucuk dicinta, nasi ulam tiba ….


Di brosur, tertulis ada 12 buku seri PD II. Ini judulnya:


1.    Menjelang Perang
2.    Perang Kilat
3.    Negara-negara Netral
4.    Asia: Sesudah Perang
5.    Pertempuran di Pulau
6.    Kembali ke Filipina
7.    Jalan Menuju Tokyo
8.    Cina-Birma-India
9.    Partisan dan Gerilyawan
10.  Perang di Kedalaman Pasifik
11.  Jepang Tersulut Perang
12.  Pembom di Atas Jepang


Dan selama beberapa bulan berikutnya, aku memperoleh satu buku dari seri ini. Hingga hampir semuanya kumiliki, kecuali Asia: Sesudah Perang yang stoknya habis.


Tapi, jika memang ini buku seri Perang Dunia II, kok sepertinya banyak hal yang hilang dari pembahasan? Bagaimana dengan kisah-kisah pertempuran di Inggris, di Rusia, di Afrika Utara, di Atlantik, atau awal Perang Pasifik? Apakah ini semua tidak dibahas?


Suatu waktu, aku pergi jalan-jalan ke pasar buku bekas Kwitang. Aku kemudian memasuki sebuah toko buku bekas di tikungan Kwitang. Itulah saat aku pertama berani berkeliaran di sebuah toko buku bekas, yang sebelumnya malas kumasuki karena takut kena abu. Lagi menebarkan pandanganku ke atas almari toko itu, mataku melihat tumpukan buku yang warnanya mirip buku seri Perang Dunia II. Aku pun meminta mbak penjaga toko untuk diambilkan salah satu buku itu. Sialnya, awalnya si mbak menolak. Sepertinya dia sinis kalo seorang bocah ingusan sanggup membeli buku itu. Tapi aku bersikeras, dan akhirnya si pemilik toko menyuruh mbak itu untuk mengambilkannya. Dengan mendengus si mbak mengambilnya dan mengangsurkannya ke depan congor … eh mukaku.


Ini emang buku yang sama ama seri yang kupunya. Yang di tumpukan atas sama ama buku yang udah kupunya, cuma pake bahasa Inggris. Kok bisa, ya? Semakin ke bawah, ternyata ada judul-judul yang tidak kupunya. Deg! Aku jadi bernapsu sama si mbak … eh maksudku ama koleksi buku yang disampirkan si mbak yg emang cukup manis itu, hehehe …


Di antara buku yang belum ada di koleksiku itu terdapat buku yang judulnya Second Front, Battle of the Atlantic, The Home Front: USA, The Italian Campaign, The Battle of Britain, dan The Air War over in Europe. Begitu banyak pilihan tapi begitu sedikit duit di kantongku. Akhirnya, sekalipun bahasa Inggrisku saat itu sangat buruk (bayangkan, kalo ulangan paling banter dapat 4!), aku memutuskan membeli satu buku dari tumpukan itu. Kupilih  The Air War over in Europe karena aku lagi tergila-gila dengan pesawat terbang zaman PD II, dan buku itu punya lebih banyak foto dan gambar pesawat terbang daripada buku The Battle of Britain. Akhirnya, kutukarkan duit Rp 29.000, yang mungkin sekarang senilai dengan 300 ribu perak jika dilihat dari kenaikan nilai harga semangkok mie ayam abang-abang saat itu dengan semangkok mie ayam serupa saat ini, dengan buku itu.


Beberapa minggu kemudian, aku ke pasar loak lagi, tetapi kali ini di Terminal Senen. Misi awalku nyari buku pelajaran murah. Tapi saat lagi bongkar-bongkar buku di kios di sana, aku melihat ada buku seri Time-Life lagi. Judulnya The Battle of the Atlantic. Dengan berdebar-debar, aku bertanya berapa harganya. Si penjual bilang Rp25.000,-. Agak malu, tapi aku pun mulai berani belajar menawar di toko loakan. Akhirnya, harga disepakati Rp12.000. Dengan gembira, aku pun menyambar buku itu dan membawanya pulang setelah meninggalkan duit si pedagang. Namun kegembiraanku berakhir dengan kesedihan karena ternyata satu halaman buku itu hilang. Dan sialnya, aku tidak bisa menukarnya lagi. “Barang yang sudah dibeli tidak bisa ditukar,” kata si penjual mencomot kata sakti para pedagang. Dodol!


Namun pengalaman pahit itu tidak membuatku jera mengunjungi pasar loak Senen dan Kwitang. Namun kali ini aku selalu hati-hati kalo mo membeli buku: aku belajar melihat kelengkapan halamannya dulu sebelum membuka transaksi. Hasilnya, buku-buku Perang Dunia Time-Life yang kubeli kemudian selalu lengkap halamannya dan tidak terlalu lusuh.

Sekalipun demikian, awalnya kendala duit bagi seorang pelajar seperti diriku cukup menyusahkan. Apalagi jika tiba-tiba berhadapan dengan tumpukan seri itu tetapi duitku hanya cukup untuk beli satu atau dua buku saja. Pernah, di kios Senen tempatku pernah beli buku rusak tapi kini sudah jadi langganan, aku harus menghadapi dilema karena ada dua buku seri itu, Russia Besieged dan Second Front, di sana sementara duitku cuma bisa beli satu biji. Akhirnya, si abang yang orang Batak itu bilang beli satu aja dulu. Yang lainnya akan disimpannya untukku dan bisa kubeli kalo aku punya duit. Aku setuju, dan membeli yang Second Front dulu.
Cover buku The Second Front


Sampai di rumah, aku dapat rezeki nomplok karena dikasih duit lumayan banyak oleh ortu, yang jumlahnya cukup buat beli buku Russia Besieged. Jadi, dengan gembira, aku pun pergi lagi ke Senen. Tapi yang ada di kios langgananku bukan si abang, melainkan saudaranya. Saat kutanya buku yang kuinginkan, ternyata sudah tidak ada. “Udah laris, Mas,” katanya. Ternyata, saudara si abang ini baru saja ngejualnya ke pembeli lain. 


Sompret !!! Russia Besieged-ku … hiks… Lama sekali aku ingin memilikinya, minimal melihat isinya yang pasti seru. Tapi baru setelah aku kuliah, aku bisa membaca isinya dengan meminjam buku tersebut dari kawanku. Dan baru setelah aku kerja, aku bisa membelinya. Itupun dari toko di luar negeri setelah zaman internet.


Dari internet pula aku akhirnya bisa mengetahui apa saja buku yang merupakan anggota dari seri ini. Berikut daftar penulis dan judulnya:

  1. Henry Adams. Italy at War. Isinya tentang front dalam negeri Italia selama PD II.
  2. Ronald H. Bailey. The Air War in Europe. Tentang perang udara di Eropa.
  3. Ronald H. Bailey. The Home Front: USA. Tentang keadaan dalam negeri AS, termasuk bagaimana AS bisa menjadi gudang senjata bagi Sekutu.
  4. Ronald H. Bailey. Partisans and Guerrillas. Tentang penaklukan Balkan dan perang gerilya di Yugoslavia dan Yunani.
  5. Ronald H. Bailey. Prisoners of War. Tentang bagaimana para tawanan perang diperlakukan oleh pihak-pihak yang berperang. Termasuk kisah tawanan Tentara Merah yang direkrut Nazi untuk berbalik melawan Stalin.
  6. Nicholas Bethell. Russia Besieged. Kisah Operasi Barbarossa hingga kegagalan Jerman di gerbang kota Moskow musim dingin 1941.
  7. Martin Blumenson. Liberation. Kisah dari keberhasilan Sekutu menembus Normandia hingga kegagalan mereka di Arnhem.
  8. Douglas Botting. The Aftermath: Europe. Tentang Eropa setelah PD II, termasuk pengadilan para penjahat perang Nazi dan lahirnya Perang Dingin.
  9. Douglas Botting. The Second Front. Berisi persiapan Sekutu untuk membuka Front Kedua di Eropa Barat hingga keberhasilan mereka memperkuat pijakan di Normandia pasca D-Day.
  10. Richard Collier. The War in the Desert. Kisah dari kegagalan Mussolini menaklukkan Mesir, masuknya Afrika Korps pimpinan Rommel di Afrika Utara hingga penyerahan pasukan Poros di Tunisia.
  11. Franklin Davis. Across the Rhine. Tentang penyerbuan Sekutu Barat ke Jerman.
  12. Editors of Time-Life Books. The Aftermath: Asia. Berisi tahun-tahun pertama setelah penyerahan Jepang, termasuk kemerdekaan Indonesia, dan penyebaran Perang Dingin ke Asia.
  13. Editors of Time-Life Books. Japan at War. Tentang keadaan dalam negeri Jepang selama perang, termasuk konflik antarangkatan dan moral rakyat Jepang di bawah pemboman AS.
  14. Robert T. Elson. Prelude to War. Berisi ketidakpuasan terhadap pengaturan perdamaian setelah PD I, bangkitnya kaum Komunis, Fasis, dan Nazi, Perang Cina-Jepang, serta ekspansi Poros yang kemudian menjadi penyebab pecahnya PD II.
  15. John Robert Elting. Battles for Scandinava. Kisah Sekandinavia yang dilanda perang, dari Perang Rusia-Finlandia 1939-40 hingga penarikan mundur Jerman dari Rusia utara dan Finlandia tahun 1945.
  16. Denis J. Fodor. The Neutrals. Kisah negara-negara netral Eropa yang menggunakan berbagai macam cara agar tidak terseret konflik, sekalipun beberapa di antaranya gagal.
  17. William K. Goolrick dan Ogden Tanner. The Battle of the Bulge. Usaha besar terakhir Hitler untuk mengalahkan sekutu di Barat yang berakhir dengan kekalahan besar.
  18. Robert Edwin Herzstein. The Nazis. Tentang seluk-beluk Partai Nazi dan intrik di dalamnya, kebijakan pendudukan Nazi, Holocaust, serta perlawanan anti-Nazi di kalangan rakyat dan militer Jerman.
  19. Russell Miller. The Commandos. Serba-serbi pasukan khusus dan operasi mereka selama PD II.
  20. Russell Miller. The Resistance. Kisah tentang gerakan perlawanan anti-Nazi di Eropa Barat.
  21. Don Moser. China-Burma-India. Kisah usaha Sekutu untuk membendung perluasan Jepang di arena CBI.
  22. Leonard Mosley. Battle of Britain. Kegagalan Luftwaffe untuk menaklukkan Inggris dan menjadikan negeri kepulauan itu sebagai basis anti-Hitler.
  23. Barrie Pitt. The Battle of the Atlantic. Usaha AL Nazi untuk mematahkan jalur pelayaran Sekutu di Atlantik serta usaha Sekutu untuk menggagalkannya.
  24. Simon Rigge. War in the Outposts. Perang di berbagai daerah pinggiran yang tidak banyak terekspos, seperti perang di Kutub Utara, peperangan Axis vs Sekutu di Irak dan Syria.
  25. Francis Russell. The Secret War. Usaha para mata-mata untuk menembus kekuatan musuh.
  26. John Shaw. Red Army Resurgent. Usaha Tentara Merah yang masih terpukul akibat serangan musim panas 1941 Jerman hingga kemenangan mereka di Stalingrad.
  27. Gerald Simons. Victory in Europe. Gerakan penjepit Sekutu dari Barat, Timur, dan Selatan, yang diakhiri dengan Pertempuran di Berlin dan Penyerahan Nazi.
  28. Rafael Steinberg. Island Fighting. Usaha AS membendung serangan Jepang ke Australia dan mengusir mereka dari pulau-pulau di Pasifik.
  29. Rafael Steinberg. Return to the Philippines. Kampanye  terkenal MacArthur untuk membebaskan Filipina dari cengkeraman Jepang.
  30. Robert Wallace. The Italian Campaign. Serangan Sekutu ke Italia yang membuat Mussolini tersungkur dari kekuasaan hingga pembebasan kota Roma oleh Sekutu.
  31. Robert Wernick. Blitzkrieg. Kemenangan Nazi di Polandia hingga kejatuhan Prancis.
  32. Keith Wheeler. Bombers over Japan. Serangan missal pembom B-29 AS dan kegagalan Jepang untuk menangkisnya.
  33. Keith Wheeler. The Fall of Japan. Kisah penyerahan Jepang setelah dijatuhi bom atom oleh AS.
  34. Keith Wheeler. The Road to Tokyo. Upaya berdarah AS utk mendekati kepulauan utama Jepang.
  35. Keith Wheeler. War under the Pacific. Kampanye kapal selam AS dan Jepang untuk mematahkan musuhnya di Pasifik.
  36. A.B.C. Whipple. The Mediterranean. Perebutan supremasi di Laut Tengah antara AL Inggris melawan AL dan AU Jerman-Italia.
  37. Charles Whiting. The Home Front: Germany. Keadaan dan moral rakyat Jerman selama PD II.
  38. Arthur Zich. The Rising Sun. Dari Pearl Harbor dan kemenangan kilat Jepang di Asia-Pasifik hingga keberhasilan AS mematahkan keberhasilan Jepang di Midway.
  39. Earl F. Ziemke. The Soviet Juggernaut. Dari Pertempuran Tank Terbesar di Kursk hingga keberhasilan Tentara Merah mengusir Wehrmacht dari Uni Soviet.

Sebagian buku ini bisa diperoleh di Indonesia dengan lumayan mudah, seperti di toko buku bekas, pasar loak, atau pameran buku. Harganya bervariasi antara 100 hingga 150 ribu. Ada juga yang di bawah itu, tetapi biasanya sudah bulukan. Namun beberapa lainnya sangat sulit atau bahkan tidak pernah ada di pasaran Indonesia—minimal sesuai pengalamanku. Satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah lewat belanja online. Masalahnya, sekalipun harganya murah, bahkan hanya 1 dolar Amrik per biji, tetapi ongkirnya jauh lebih mahal. Bisa 15 kali lipat lebih dari harga bukunya. Jadi, untuk menyiasati harganya, aku harus membeli sejumlah buku seri itu dari penjual yang sama, di mana biasanya ongkir buku kedua dan ketiga serta berikutnya lebih murah sehingga harga jatuhnya per satuan lebih bersahabat. 


Buku-buku ini sendiri membantuku menyelesaikan kuliahku sekaligus memberikanku penghasilan tambahan dengan menggunakannya sebagai referensi untuk menulis artikel dan buku. Buku yang memang layak dikoleksi!!!